Disiplin dan semangat adalah dua hal yang sedang tak bisa aku jangkau akhir-akhir ini. Seakan-akan mereka enggan menyapa, untuk sekedar memberikan kedinamisan agendaku..... *aaahhh lagi-lagi ini urusanya sama si passion...
Disiplin dan semangat, bukan hanya sebuah kata tanpa makna, keduanya sangat terkait satu sama lain. Dan keduanya sangat berlaku berbeda pada setiap individu. Ketika kita dalam level yang itu-itu saja namun dengan kualitas dan performa diri yang luar biasa teraktualisasi, pada saat itu juga keberadaan disiplin dan semangat lama-kelamaan kemudian memudar.
Banyak bahasan motivasi mengenai dua hal ini, melalu seminar, tips di internet sampai konsultasi intensive dengan para pakar motivasi. Namun, semuanya kembali ke diri kita dan kondisi sekitar yang dialami setiap individu. Misalnya saja dalam kasus seseorang yang sudah sangat jungkir balik bekerja dan beragam prestasi dalam tempat dia bekerja namun tak terdeteksi untuk sebuah promosi dan apresiasi. Jangankan promosi, karyawan dengan karier berjenjang pun hitungan jari. Dia bisa dikatakan akan mati dalam karier dan gaji....*ehm... terdengar seperti curhatan ya?
Sangat mengerti jika para motivator memberikan jawaban bahwa itu bukan kesalahan anda, karena perusahaan anda bukan kelas nasional dengan ribuan karyawan, sampai nangispun tak akan ada karier berjenjang untuk anda. Kalaupun didapat, harus menunggu atasan pensiun dulu. jangan tanya sampai kapan? pasti lama waktunya!
Artinya adalah berhijrah ketempat yang memberikan banyak apresiasi dan promosi adalah solusi dengan harga mati.Namun, apakah mereka mengetahui, bahwa wadah yang memberikan apresiasi kita lebih juga tak semudah membalikan tangan mendapatkannya. Perusahaan besar dengan jenjang karier pasti, juga selalu sumpah mati, susahnya dimasuki...*aaarhhh curhat lagih..
Lebih dari semua itu, kita memang harus kembali kepada Yang punya hidup dan mati. Materi tak selalu dapat memuaskan hati. Namun materi dapat memberikan banyak arti bagi banyak orang yang kebutuhannya harus terpenuhi.
Aku masih percaya bahwa segala sesuatu tak mustahil didunia... *selain makan kepala sendiri tentunya...
Aku masih percaya bahwa semua cita-cita dan impian itu bisa kita raih dengan semangat dan disiplin, termasuk disiplin mengimani keberadaanNYa, dan disiplin mengejar rizki dan berkahNya.
Namun, saat ini aku masih belum sepenuhnya memiliki dua hal itu...
Dan lagi-lagi... Ah kau passion !!...
sumber gambar : berbagai sumber dari google.com


Yaelah dari kemarin nyari-nyari passion belum ketemu juga neng?
ReplyDeleteMau abang cariin?
iya nih bang passion kemana lo bang....*halah.... asliii bete...apa ga bersyukur ya aku astaghfirullah....
ReplyDelete