Postingan ini sebenarnya adalah memoriku atas diskusi yang membuatku rindu akan keberadaan Nabi Muhammad SAW. Diskusi itu terjadi pada hari Jum'at malam, tepatnya 2 hari sebelum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Aku, suamiku, dan salah satu teman dekat sekaligus seperti guru kehidupan suamiku, terlibat diskusi teologi yang sangat sengit mengenai keberadaan kekuatan lain diluar kekuatan Tuhan dalam mempengaruhi hidup dan kehidupan seseorang.
Diskusi lebih banyak antara diriku dan teman suamiku. Panjang dan tak habis. Karena pandangan dia dan aku sangat berbeda dalam memaknai materi yang kami diskusikan. Diskusi ini membuat dadaku sesak, nafasku terengah, jantungku berdebar dan semua alat gerakku bergetar....
Ya Allah ampunillah jika memang aku maupun kami banyak menyimpang dari-Mu... Diskusi panjang ini tidak bisa diterima oleh akal fikirku.
Karena aku tak mau mempelajari selain untuk mendekat dengan-Mu, karena aku yakin hal lain Engkau hanya ingin kami percayai sebagai kebasaran-Mu bukan untuk kami pelajari lebih dari itu .
Karena bagiku Engkau Rahmat sekalian alam.
Rahmat bagi yang kafir maupun yang muslim.
Karena bagiku, berdoa itu tanpa perantara.
Bagiku Tuhan Allah ada dimana-mana.
Bagiku Engkaulah tujuan dan tempat bersimpuh meminta dan memohon.
Diskusi ini semakin berat karena perbedaan latar belakang. Semua diskusi ini menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah jaman Nabi Muhammad mengedepankan kehidupan gaib dalam hidupnya? Adakah beliau bergaul dengan makhluk-makhluk alam lain sebagai sahabat dan sekaligus meminta bantuannya? Aku pikir tidak demikian. Nabi Muhammad SAW sangat manusiawi. Merasakan sedih, dihujani hujatan, dilempari batu dan lain sebagainya. Dan aku yakin dia hanya mengadu memohon dan meminta bantuan pada yang satu. .... Allah SWT ...
Kemudian aku sholat Isya yang sudah terlalu larut.
Tanpa terasa air mata bergulir....
Ya Allah... aku merasakan rindu yang luar biasa, teramat sangat, pada Rasul-Mu.
Jika Beliau masih ada tentunya akan memberikan penerangan dan pencerahan bagi diskusi kami...
Aku merindukan keberadaannya.
Keberadaan Rasul-Mu Muhammad SAW yang tercinta..
Doaku setelah sholat Isya waktu itu menjadi sangat terasa nikmat...
Ya Allah sampaikanlah rinduku padanya...
pada Rasul-Mu yang selalu memikirkan kami...
Sungguh aku tidak ingin melakukan ini...
Aku tidak mau menyangsikan sedikitpun akan Kuasa-Mu ya Rabb...
Jantungku tiba-tiba bergetar.... rasa yang sedemikian hebat dan kuat menderaku...
Menyadari ternyata mencintai-Nya begitu besar setelah diskusi malam itu...
Ya Allah biarkan perasaan ini selalu seperti ini...
Mencintai-Mu dan Rasul-Mu belum pernah sehebat ini kurasakan..
Sungguh...
sumber gambar: http://hisyamhananto.wordpress.com

alhamdulillah...
ReplyDeletediskusi itu membuat mbak lebih merindukan nabi dan Allah...^_^
alhamdulillah ... kadang perjalanan spiritualitas seseorang naik turun.. hehe
Delete